Welcome!

Hello! :D

Selasa, 13 Agustus 2013

teks drama saat kelas 9

hari ini gue menemukan salah satu tugas drama gue saat kelas 9.

pemeran : 
- Nadia Utami
- Dennis Adrian
- Erica Ika
-  Fathurrahman Guntur
-  Putri Az Zahra
- Reza Priyantama
-  Nissa Devita

ini teks dramanya

drama bahasa indonesia


            Di sebuah rumah sakit ada seorang anak bernama Dennis yang sedang koma karena mengidap suatu penyakit. Dennis mempunyai dua orang sahabat yaitu Erica dan Dea. Karena Dennis tak kunjung sadar Erica berinisiatif membuat 100 origami yang akan diberikan pada Dennis setelah sadar nanti.
Erica    : Eh, eh gua punya ide, bagaimana kalau kita membuat 100 origami sebagai tanda
  peduli dan tanda persahabatan kita ke Dennis? (sambil menunjukkan contoh
  origaminya)
Dea      : Hmmm boleh juga tuh, tapi 100 terlalu banyak er.
Erica    : Kan kita buatnya bareng-bareng, kalian mau bantuin kita kan? (melihat ke arah
              Nissa dan Fathur)
Nissa    : Mau, tapi bahan-bahannya mana?
Erica    : Gua bawa kok, soalnya sudah dari kemarin gua rencanain. (mengeluarkan
              bahan-bahannya)
Fathur  : Ya sudah, kita buat sekarang aja.
            Mereka pun membuat origami.
Nissa    : Yah kertasnya habis, padahal tinggal satu lagi nih.
Dea      : Ya sudah, gua aja yang buat, cuma satu kan?
Fathur  : Iya, eh sudah sore nih, pulang yuk!
Erica    : Kayaknya gua mau disini aja deh nemenin Dennis mumpung besok libur terus
              orangtuanya Dennis juga belum datang.
Dea      : Oke deh, kita pulang dulu ya, besok origaminya gua bawa, Assalammualaikum.
Erica    : Waalaikumsalam
            Keesokan harinya, Dennis pun sadar dari komanya.
Dennis  : Erica, Erica (dengan suara lemah)
            Erica pun terbangun dari tidurnya.
Erica    : Dennis, Dennis kamu sudah sadar? Alhamdulillah. Aku kabari orang tua kamu dan teman-teman dulu ya.
            Erica pun langsung menelepon orang tua Dennis, Dea, Nisa dan Fathur. Setelah mendapat kabar Dennis sudah sadar,Dea pun bergegas ke Rumah Sakit.
Dea      : Alhamdulillah Dennis sudah sadar, gua harus segera ke Rumah Sakit nih.
            Karena terlalu bersemangat Dea pun tidak hati-hati dan akhirnya pada saat Dea menyebrang sebuah mobil yang melaju kencang menabrak Dea. Penabrak Dea pun segera membawa Dea ke Rumah Sakit.
Erica    : Den, kok Dea dan teman-teman lama banget ya datangnya?
Dnnis    : Ya sudah sabar aja, mungkin macet.
            Tak lama kemudian Nissa dan Fathur datang.
Nissa dan Fatur            : Assalammualaikum.
Dennis dan Erica           : Waalaikumsalam.
Erica    : Kalian ga bareng Dea?
Nissa    : Engga.
Erica    : Ya sudah gua jemput Dea deh.
            Saat melewati ruang ICU, Erica melihat Ibu Dea sedang menangis, Erica pun mencoba mendekat.
Erica    : Tante Sarah, tante lagi nagapain disini? Siapa yang sakit?
Tante Sarah      : De, Dea nak, tadi Dea tertabrak mobil dan, dan nyawanya tidak bisa
                          tertolong. (semakin menangis)
            Erica pun tertunduk lesu, ia tidak percaya dengan berita yang baru di dengarnya.
Tante Sarah      : Oh iya, tadi origami ini ditemukan di saku baju Dea.
            Erica mengambil origami tersebut kemudian menatapnya. Tiba-tiba Dennis, Nissa, dan Fathur datang.
Dennis  : Er ko masih ada disini? Katanya mau jemput Dea?
Fathur  : Loh ada Tante Sarah juga?
            Baik Erica maupun Tante Sarah tidak ada yang menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Dennis  : Er sebenarnya ada apa? Apa yang terjadi? Tante Sarah juga kenapa menangis?
Tante Sarah      : Dea telah meninggalkan kita untuk selamanya nak Dennis, Dea tertabrak
                          mobil waktu pergi ke Rumah Sakit.
            Mendengar kata-kata itu mereka kaget dan masih tidak percaya kalau sahabatnya telah pergi meninggalkan mereka untuk selamanya.
Erica    : Den, sebenarnya kita sudah membuat 100 origami untuk kamu, tapi karena
              kemarin bahannya kurang, jadi Dea mutusin untuk buat 1 origami yang kurang.
              Tapi takdir berkata lain, Dea….. Ini Den 100 origami buat kamu. (sambil
              menyerahkan 100 origami tersebut)
Dennis  : Ya Allah, hanya demi aku kalian berbuat seperti ini, aku tidak menyangka kalian
              sebegitu pedulinya padaku. Terima kasih ya kawan-kawan kalian adalah sahabat
              terbaikku. Dan Dea terima kasih, kamu akan selalu ku ingat. (tersenyum)